#USTYAZIDJAWAS #PMI #MIAH

NASEHAT DALAM MENUNTUT ILMU (Bagian Keenam)
Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas -hafizhahullaah-

(Masjid Nurul Iman)

(Bagian Keenam)

Kita menuntut ilmu merupakan kewajiban, dan menuntut ilmu ini juga merupakan nikmat yang besar yang wajib kita syukuri. Allah telah memilih antum untuk menuntut ilmu, Allah pilih dari jutaan orang yang mereka sebenarnya memiliki kemampuan dan punya waktu luang untuk menuntut ilmu; akan tetapi tidak mereka laksanakan. Sama seperti orang-orang yang tinggal di sekitar Makkah, yang mereka memiliki rumah atau toko; akan tetapi mereka tidak Shalat berjama’ah di Masjidil Haram; justru Shalat di tokonya.

Para ulama menghabiskan waktunya untuk menuntut ilmu, karena menuntut ilmu itu merupakan kewajiban dan jalan menuju surga. Dan menghadiri majelis ilmu adalah menghadiri taman-taman surga; maka aneh kalau ada orang yang tidak mau diajak untuk menuntut ilmu. Rasulullah -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

((إِذَا مَرَرْتُمْ بِرِيَاضِ الْجَنَّةِ)) فَارْتَعُوْا، قَالُوْا: وَمَا رِيَاضُ الْجَنَّةِ؟ قَالَ: ((حِلَقُ الذِّكْرِ))

”Apabila kalian berjalan melewati taman-taman Surga; maka duduklah bersama mereka (perbanyaklah berdzikir).” Para Shahabat bertanya: Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud taman-taman Surga itu? Beliau -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- menjawab: ”Yaitu halaqah-halaqah dzikir (majelis ilmu).” [HR. At-Tirmidzi, dan lainnya]

Pusat Kajian Sunnah

View all posts

Add comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *